Tanaman Obat Kedawung

Kedawung

Kedawung

Deskripsi tanaman/simplisia

Habitus: Pohon, tinggi 20-40 m.

Batang: Berkayu , tegak, permukaan licin, percabangan monopodial, diameter batang kurang lebih 30 cm, masih muda.

Daun: Coklat setelah tua putih kotor. Majemuk, tangkai daun berkelenjar, pada cabang pertama terdapat 15-42 pasang anak daun, cabang kedua sampai 80 pasang, anak daun panjang 4-10 mm, lebar 1-2 mm, pangkal membulat, ujung meruncing, permukaan atas mengkilat hijau.

Biji: Bulat telur, pipin, panjang 1-2 cm, lebar kurang lebih 1,5 cm, keras, tebal 1,5-2 mm, bagian tengah berbintik-bintik, bagian tepi halus, coklat tua sampai hitam.

Data manfaat

Uji Praklinik: Kulit batang kedawung memiliki aktivitas antimikroba yang paling tinggi dibandingkan daun dan kulit akar. Biji kedawung tidak mengandung aktivitas antimikroba terhadap keempat bakteri uji, yaitu S. Acrreus, B. Cereus, E. Coli dan V. Cholerae. Pada perbandingan kulit batang kedawung dan air 1 : 2 (b/v), cenderung menunjukkan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan perbandingan 1 : 1 (b/v) dan 1 : 3 (b/v). waktu ekstraksi tidak berpengaruh nyata terhadap zona penghambatan bakteri. Aktivitas antimikroba ekstrak kulit batang tidak rusak oleh permanasan pada saat sterilisasi. Kulit batang kedawung dengan konsentrasi 10,70 mg/ml (5%) telah menghambat pertumbuhan S. Aureus dan V. Cholerae. Ekstrak kulit batang dengan konsentrasi 21,40 mg/ml (10%) bersifat bakteristatik (hanya menghambat pertumbuhan bakteri) dan menunjukkan penghambatan terbesar terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji pada waktu kontak 24 jam.

Demikianlah sekilas tentang tanaman obat kedawung.

Related posts:

loading...